Archive for August, 2012

Jenis-Jenis Eksepsi

Eksepsi dalam konteks hukum acara perdata bermakna tangkisan atau bantahan (objection). Bisa juga berarti pembelaan (plea) yang diajukan tergugat terhadap materi gugatan penggugat. Namun, tangkisan atau bantahan yang diajukan dalam bentuk eksepsi ditujukan kepada hal yang menyangkut syarat formalitas gugatan yaitu jika gugatan yang diajukan mengandung cacat atau pelanggaran formil yang mengakibatkan gugatan tidak sah. Konsekuensi jika gugatan tersebut tidak sah adalah  gugatan tidak dapat diterima (inadmissible).Dengan demikian keberatan yang diajukan dalam bentuk eksepsi tidak ditujukan dan tidak menyinggung bantahan terhadap pokok perkara (verweer ten principale).

Secara garis besar eksepsi dikelompokkan sebagai berikut:

1. Eksepsi kompetensi

         a. Tidak berwenang mengadili secara absolut

Kompetensi absolut berkaitan dengan kewenangan absolut 4 (empat) lingkungan pengadilan (Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer), Peradilan Khusus (Arbitrase, Pengadilan Niaga, dan lain-lain).

         b. Tidak berwenang mengadili secara relatif

Kompetensi relatif berkaitan dengan wilayah hukum dari suatu pengadilan dalam satu lingkungan peradilan yang sama, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 118 Herziene Inlandsch Reglement (“HIR”) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • eksepsi perdata
  • eksepsi
  • jenis eksepsi
  • eksepsi dalam hukum acara perdata
  • jenis jenis eksepsi
  • jenis-jenis eksepsi
  • jenis-jenis eksepsi dalam hukum acara perdata
  • macam macam eksepsi
  • macam eksepsi
  • eksepsi kompetensi absolut

, ,

No Comments

Penggabungan Gugatan (Bagian II)

Ada 2 (syarat) pokok penggabungan gugatan, yaitu:

1. Terdapat hubungan erat

Menurut Soepomo “antara gugatan-gugatan yang digabung itu harus ada hubungan batin” (innerlijke samenhang). Dalam praktek, tidak mudah mengkonstruksi hubungan erat antara gugatan yang satu dengan yang lain;

2. Terdapat hubungan hukum

Terdapat hubungan hukum antara para penggugat atau antara para tergugat. Jika dalam komunikasi subyektif yang diajukan beberapa orang sedangkan diantara mereka maupun terhadap obyek perkara sama sekali tidak ada hubungan hukum, gugatan wajib diajukan secara terpisah dan sendiri-sendiri. Dalam hal ini pun tidak mudah menentukan apakah di antara para penggugat atau tergugat terdapat hubungan hukum atau tidak.

Dalam teori dan praktek, dikenal 2 (dua) bentuk penggabungan, yaitu: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • kumulasi gugatan
  • materi gugatan Hukum Acara Perdata
  • gugatan dalam hukum perdata
  • pengertian kumulasi gugatan
  • macam macam gugatan perdata lingkungan
  • bentuk-bentuk gugatan
  • pengertian penggabungan gugatan?
  • perbadaan pengabungan tuntutan dengan kumulasi gugatan
  • perbedaan penggabungan gugatan dengan kumulasi gugatan
  • hukum acara perdata penggabungan gugatan

, , , , ,

No Comments

Penggabungan Gugatan

Dalam hukum acara perdata dapat saja terjadi penggabungan beberapa gugatan. Penggabungan gugatan disebut juga kumulasi gugatan atau samenvoeging van vordering, yaitu penggabungan lebih dari satu tuntutan hukum ke dalam satu gugatan. Hukum positif tidak mengatur penggabungan gugatan, juga tidak diatur dalam Herzeine Inlandsch Reglement (“HIR”), Reglement Buiten Govesten (“RBg”), dan Reglement op de Rechsvordering(“Rv”). Terjadinya penggabungan itu karena adanya koneksitas antara satu sama lain. Penggabungan dua, tiga,  atau beberapa perkara dapat dibenarkan kalau antara masing-masing gugatan tersebut terdapat hubungan erat dan untuk memudahkan proses.  Penggabungan gugatan juga dapat  menghindari terjadinya kemungkinan putusan-putusan yang saling bertentangan. Penggabungan yang seperti itu, dianggap bermanfaat ditinjau dari segi acara (procesuel doelmatig).

Berikut beberapa yurisprudensi mengenai Penggabungan Gugatan:

1. Putusan MA-RI No.1043.K/Sip/1971, tanggal 3 Desember 1974:

HIR tidak mengatur hal penggabungan gugatan, maka terserah Hakim dalam hal mana diizinkan asal tidak bertentangan dengan prinsip cepat dan murah; Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • penggabungan gugatan
  • penggabungan gugatan perdata
  • penggabungan tuntutan
  • penggabungan gugatan dalam hukum acara perdata
  • komulasi gugatan
  • adakah rekonpensi dalam verzet
  • penggabungan tuntutan disebut
  • syarat mengajukan gugatan
  • penggabungan perkara perdata
  • perbedaan penggabungan gugatan dan kumulasi gugatan

, , ,

No Comments

Perjanjian Sewa Menyewa

Incoming search terms:

  • tanya jawab hukum acara perdata
  • pertanyaan tentang hukum acara perdata
  • gugatan dalam acara perdata
  • pertanyaan tentang sewa menyewa
  • Pertanyaan mengenai hukum acara perdata
  • tanya jawab tentang sewa menyewa
  • pertanyaan tentang sewa menyewa dalam hukum perdata
  • hukum perdata sewa menyewa rumah
  • pertanyaan tentang hukum perdata
  • pertanyaan tentang perjanjian penyewaan

,

No Comments