Archive for category Eksepsi

Eksepsi Hukum Materiil

HammerPada artikel yang lalu telah dijelaskan mengenai eksepsi kewenangan mengadili (eksepsi kompetensi) dan eksepsi syarat formil. Selain eksepsi tersebut, dalam hukum acara perdata dikenal dengan istilah eksepsi hukum materiil (materiele exceptie). Menurut ahli hukum, M Yahya Harahap, terdapat beberapa macam eksepsi hukum materiil, diantaranya:

a.        Exceptio dilatoria atau dilatoria exceptie yang berarti gugatan penggugat belum dapat diterima untuk diperiksa sengketanya di pengadilan, karena masih prematur, dalam arti gugatan yang diajukan masih terlampau dini.

Penjelasan sifat atau keadaan prematur melekat pada batas waktu untuk menggugat sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dalam perjanjian, belum sampai atau batas waktu untuk menggugat belum sampai, karena telah dibuat penundaan pembayaran oleh kreditur atau berdasarkan kesepakatan antara kreditur dan debitur. Misalnya, ahli waris yang menggugat pembagian harta warisan, padahal pewaris masih hidup, sehingga gugatan itu prematur karena selama pewaris masih hidup, tuntutan pembagian warisan masih tertunda. Begitu juga halnya, tuntutan pembayaran utang yang tertunda oleh faktor syarat perjanjian, karena utang yang dituntut belum jatuh tempo. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh eksepsi materiil dalam acara perdata
  • pengertian hukum acara perdata
  • definisi hukum acara perdata
  • pengertian jawaban dalam hukum acara perdata
  • contoh eksepsi materiil perdata
  • contoh eksepsi perdata
  • eksepsi berdasarkan hukum materiil
  • pengertian hukum acara
  • arti hukum acara perdata
  • Arti eksepsi dalam pengadilan

,

No Comments

Eksepsi Kewenangan Mengadili

Eksepsi dalam konteks hukum acara perdata memiliki makna tangkisan atau bantahan (objection). Bisa juga berarti pembelaan (plea) yang diajukan tergugat terhadap materi gugatan penggugat. Namun, tangkisan atau bantahan yang diajukan dalam bentuk eksepsi ditujukan kepada hal yang menyangkut syarat formalitas gugatan dan tidak ditujukan atau menyinggung bantahan terhadap pokok perkara (verweer ten principale). Salah satu eksepsi dalam hukum acara perdata adalah eksepsi mengenai kewenangan mengadili. Eksepsi kewenangan mengadili diajukan apabila dianggap pengadilan tidak berwenang mengadili perkara yang bersangkutan. Eksepsi kewenangan mengadili dibagi menjadi:

1. Eksepsi Kewenangan Absolut (Exceptio Declinatoir)

Kompetensi absolut berkaitan dengan kewenangan absolut 4 (empat) lingkungan peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer) dan Peradilan Khusus (Arbitrase, Pengadilan Niaga, dan lain-lain). Masing-masing pengadilan mempunyai yurisdiksi tertentu. Yurisdiksi suatu pengadilan tidak boleh dilanggar oleh yurisdiksi pengadilan lain. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • jawaban dalam hukum acara perdata
  • KEWENANGAN MENGADILI ABSOLUT DAN RELATIF
  • kompetensi absolut dalam hukum acara perdata
  • tanya jawab hukum acara peradilan agama
  • pasal 118 hir
  • makalah eksepsi
  • pasal 134 hir
  • bantahan terhadap pokok perkara
  • eksepsi kewenangan absolut adalah
  • makalah hukum acara perdata tentang kekuasaan mengadili

, , , , ,

No Comments

Jenis-Jenis Eksepsi

Eksepsi dalam konteks hukum acara perdata bermakna tangkisan atau bantahan (objection). Bisa juga berarti pembelaan (plea) yang diajukan tergugat terhadap materi gugatan penggugat. Namun, tangkisan atau bantahan yang diajukan dalam bentuk eksepsi ditujukan kepada hal yang menyangkut syarat formalitas gugatan yaitu jika gugatan yang diajukan mengandung cacat atau pelanggaran formil yang mengakibatkan gugatan tidak sah. Konsekuensi jika gugatan tersebut tidak sah adalah  gugatan tidak dapat diterima (inadmissible).Dengan demikian keberatan yang diajukan dalam bentuk eksepsi tidak ditujukan dan tidak menyinggung bantahan terhadap pokok perkara (verweer ten principale).

Secara garis besar eksepsi dikelompokkan sebagai berikut:

1. Eksepsi kompetensi

         a. Tidak berwenang mengadili secara absolut

Kompetensi absolut berkaitan dengan kewenangan absolut 4 (empat) lingkungan pengadilan (Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer), Peradilan Khusus (Arbitrase, Pengadilan Niaga, dan lain-lain).

         b. Tidak berwenang mengadili secara relatif

Kompetensi relatif berkaitan dengan wilayah hukum dari suatu pengadilan dalam satu lingkungan peradilan yang sama, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 118 Herziene Inlandsch Reglement (“HIR”) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • eksepsi perdata
  • eksepsi
  • jenis eksepsi
  • eksepsi dalam hukum acara perdata
  • macam macam eksepsi
  • jenis jenis eksepsi
  • pengertian eksepsi
  • jenis-jenis eksepsi
  • macam eksepsi
  • jenis-jenis eksepsi dalam hukum acara perdata

, ,

No Comments