Archive for category Surat Kuasa

Prinsip Hukum Pemberian Kuasa

Pengaturan mengenai kuasa pada prinsipnya  diatur dalam Bab XVI, Buku III Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), sedangkan aturan khususnya diatur pada Herziene Indonesische Reglement (“HIR”) dan Reglement voor de buitengewesten (“RBg”). Oleh karena itu, perlu dipahami beberapa prinsip hukum pemberian kuasa. Berikut di bawah ini terdapat beberapa prinsip hukum pemberian kuasa yang dianggap penting untuk diketahui, antara lain: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh surat kuasa khusus perdata
  • surat kuasa khusus perdata
  • syarat surat kuasa
  • pemberian kuasa
  • syarat surat kuasa khusus
  • surat kuasa perdata
  • surat kuasa hukum acara perdata
  • syarat sahnya surat kuasa
  • contoh surat kuasa hukum acara perdata
  • surat kuasa umum

, , ,

No Comments

Kuasa Menurut Hukum

Kuasa menurut hukum disebut juga wettelijke vertegenwoording atau legal mandatory (legal representative). Artinya,  undang-undang menetapkan bahwa seseorang atau badan hukum dengan sendirinya menurut hukum berhak bertindak mewakili orang atau badan hukum tersebut tanpa memerlukan surat kuasa.

Bagi orang yang berkedudukan dan berkapasitas sebagai kuasa menurut hukum, kehadirannya sebagai wakil atau kuasa tidak memerlukan surat kuasa secara tertulis (bijzondereschriftelijke machtiging, power of attorney) dari pemerintah atau instansi yang bersangkutan.

Berikut di bawah ini, beberapa kuasa menurut hukum yang dapat bertindak mewakili kepentingan perorangan atau badan hukum tanpa memerlukan surat kuasa yaitu: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • perbedaan permohonan dengan gugatan
  • kuasa menurut uu no 40 tahun 2007
  • INSTANSI YANG BERHAK MEWAKILI NEGARA DI PENGADILAN
  • undang undang penerima kuasa tenaga kerja
  • KUASA HUKUM
  • kewenangan kepala cabang perseroan
  • kuasa hukum adalah
  • surat kuasa untuk orang asing
  • kuasa dalam perdata
  • yang berhak menerima kuasa hukum

, ,

No Comments

Syarat dan Formulasi Surat Kuasa Khusus

Latar belakang

Sebagaimana telah disebutkan dalam artikel terdahulu mengenai Surat Kuasa Khusus, seorang Advokat sebelum membuat surat kuasa khusus, harus memperhatikan beberapa hal yang sangat penting sebagai suatu syarat sahnya surat kuasa khusus tersebut. Sejenak terlihat sepele, namun syarat ini dapat mempengaruhi sah atau tidaknya secara formil suatu pemberian kuasa khusus dari pemberi kuasa kepada penerima kuasa di dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan.

Syarat dan Formulasi Surat Kuasa Khusus

Pasal 123 ayat (1) HIR hanya menyebutkan tentang syarat pokok saja, yaitu kuasa khusus berbentuk tertulis atau akta yang biasa disebut surat kuasa khusus. Hal inilah yang menyebabkan di masa lalu surat kuasa khusus dibuat sangat sederhana sekali karena cukup berisi pernyataan penunjukan kuasa dari pemberi kuasa yang berisikan formulasi “memberikan kuasa kepada seseorang untuk mewakili pemberi kuasa menghadap di semua pengadilan”.

Oleh karenanya, dengan berjalannya waktu diperlukan penyempurnaan yang benar-benar berciri surat kuasa khusus, yang dapat membedakannya dengan surat kuasa umum. Penyempurnaan  dan perbaikan itu, dilakukan Mahkamah Agung melalui Surat Edaran Mahkamah Agung (“SEMA”), yaitu diantaranya : (i) SEMA Nomor 2 Tahun 1959, tanggal 19 Januari 1959; (ii) SEMA Nomor 5 Tahun 1962, tanggal 30 Juli 1962; (iii) SEMA Nomor 01 Tahun 1971, tanggal 23 Januari 1971; dan (iv) SEMA Nomor 6 Tahun 1994, tanggal 14 Oktober 1994.

Berdasarkan ke-4 SEMA tersebut diatas, maka secara garis besar syarat-syarat dan formulasi Surat Kuasa Khusus adalah : Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh surat kuasa khusus advokat
  • contoh surat kuasa khusus perkara perdata
  • contoh surat kuasa dalam hukum acara perdata
  • cara membuat surat kuasa khusus
  • contoh surat kuasa biasa
  • surat edaran Mahkamah Agung tentang surat kuasa khusus
  • surat kuasa umum dan khusus
  • contoh surat kuasa hukum perdata
  • sema tentang surat kuasa
  • surat kuasa hukum perdata

, , ,

No Comments

Surat Kuasa Khusus

Latar Belakang

Dalam Hukum Acara Perdata di Indonesia, apabila seseorang ingin mengajukan suatu gugatan perdata di pengadilan negeri mengenai permasalahan hukum yang berkaitan dengan pemenuhan prestasi dalam perjanjian atau pun perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang atau badan hukum terhadap dirinya, dan dia bermaksud menunjuk seorang atau lebih advokat sebagai penerima kuasanya dalam mewakili dan/atau memberikan bantuan hukum pada proses pemeriksaan perkara di persidangan, maka orang tersebut harus memberikan kuasa kepada advokat yang ditunjuk dalam bentuk Surat Kuasa Khusus yang dibuat dan ditandatangani serta diperuntukkan khusus untuk itu. Hal pemberian Kuasa dengan Surat Kuasa Khusus yang demikian ini, berlaku pula bagi pihak yang digugat oleh pihak lain, yang pada akhirnya diwakili oleh seorang advokat sebagai penerima kuasa.

Surat Kuasa Khusus

Bentuk kuasa yang sah di depan pengadilan untuk mewakili kepentingan pihak yang berperkara , di atur dalam Pasal 123 ayat (1) HIR, yaitu :

Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • pengertian surat kuasa khusus
  • contoh surat kuasa khusus
  • contoh surat kuasa perdata
  • dasar hukum surat kuasa
  • contoh surat kuasa umum perdata
  • pengertian surat kuasa
  • contoh surat kuasa pengacara
  • surat kuasa gugatan
  • sema no 6 tahun 1994
  • contoh surat kuasa advokat

, , ,

No Comments