Warning: Missing argument 1 for WP_Widget::__construct(), called in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 411 and defined in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 86

Warning: Missing argument 2 for WP_Widget::__construct(), called in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 411 and defined in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 86
Pengajuan Gugatan | Hukum Acara Perdata - Part 2

Posts Tagged Pengajuan Gugatan

Perubahan Gugatan


Latar Belakang

Dalam suatu perkara perdata, terdapat 2 (dua) pihak yang dikenal sebagai penggugat dan tergugat. Apabila pihak penggugat merasa dirugikan haknya, maka ia akan membuat surat gugatan yang didaftarkan kepada pengadilan negeri setempat yang berwenang dan kemudian oleh pengadilan negeri disampaikan kepada pihak tergugat. Dalam hal surat gugatan yang telah didaftarkan oleh penggugat, maka penggugat dapat melakukan perubahan gugatan. Perubahan gugatan adalah salah satu hak yang diberikan kepada penggugat dalam hal mengubah atau mengurangi isi dari surat gugatan yang dibuat olehnya. Dalam hal ini, baik hakim maupun tergugat tidak dapat menghalangi dan melarang penggugat untuk mengubah gugatannya tersebut. Perubahan gugatan harus tetap mengedepankan nilai-nilai hukum yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pengaturan mengenai perubahan gugatan tidak diatur dalam Herziene Indonesich Reglement (“HIR”) maupun Rechtsreglement Buitengewesten (“RBg”), namun diatur dalam Pasal 127 Reglement op de Rechtsvordering (“Rv”), yang menyatakan bahwa:

Penggugat berhak untuk mengubah atau mengurangi tuntutannya sampai saat perkara diputus, tanpa boleh mengubah atau menambah pokok gugatannya.”

  Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • perubahan gugatan
  • syarat formil gugatan
  • perubahan gugatan dalam hukum acara perdata
  • syarat gugatan
  • perubahan gugatan perdata
  • syarat formil gugatan perdata
  • dasar hukum perubahan gugatan
  • perubahan surat gugatan
  • syarat perubahan gugatan
  • pasal 127 rv

, , , ,

No Comments

Verstek dan Hak Tergugat bila di-Verstek

Berdasarkan Kamus Hukum, istilah verstek diambil dari kata verstek procedure yang berarti “acara luar hadir”, dan verstekvonnis yang berarti “putusan tanpa hadir atau putusan di luar hadir tergugat”. Istilah bagi suatu putusan yang dikeluarkan oleh hakim tanpa hadirnya tergugat yang digunakan dalam Hukum Acara Perdata di Indonesia adalah verstek. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa verstek adalah suatu kewenangan hakim untuk memeriksa dan memutus perkara tanpa kehadiran tergugat di persidangan pada tanggal yang telah ditentukan, atau tidak pula menyuruh orang lain untuk mewakilinya, meskipun ia sudah dipanggil secara patut.

Ketentuan mengenai verstek diatur dalam Pasal 125 Herziene Indonesich Reglement (“HIR”)/ Pasal 78 Reglement op de Rechtsvordering (“Rv”). Dalam hal ini, hakim diberi wewenang untuk menjatuhkan putusan diluar hadir atau tanpa hadirnya tergugat, dengan syarat: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • putusan verstek
  • verstek
  • verstek dan verzet
  • verstek adalah
  • verzet dalam hukum acara perdata
  • verstek dalam hukum acara perdata
  • gugatan verstek
  • verstek dan verzet adalah
  • upaya hukum verstek
  • putusan verstek dan verzet

, , , ,

No Comments

Jenis-jenis Gugatan Perkara Perdata yang Lazim Diajukan di Peradilan Umum

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai perbedaan antara gugatan dan permohonan, dimana perbedaan antara keduanya adalah dalam gugatan terdapat sengketa atau konflik , sedangkan  permohonan tidak terdapat sengketa.

Selanjutnya yang akan dibahas disini adalah jenis-jenis gugatan yang lazim diajukan di Peradilan Umum yaitu gugatan wanprestasi dan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (“PMH”).

 Menurut Yahya Harahap, gugatan wanprestasi dan PMH terdapat perbedaan prinsip yaitu:

1. Gugatan wanprestasi (ingkar janji)

Ditinjau dari sumber hukumnya, wanprestasi menurut Pasal 1243 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) timbul dari perjanjian (agreement). Oleh karena itu, wanprestasi tidak mungkin timbul tanpa adanya perjanjian yang dibuat terlebih dahulu diantara para pihak. Hak menuntut ganti kerugian karena wanprestasi timbul dari Pasal 1243 KUH Perdata, yang pada prinsipnya membutuhkan penyataan lalai dengan surat peringatan (somasi). KUH Perdata juga telah mengatur tentang jangka waktu perhitungan ganti kerugian yang dapat dituntut, serta jenis dan jumlah ganti kerugian yang dapat dituntut dalam wanprestasi.

2. Gugatan PMH

Menurut Pasal 1365 KUH Perdata, PMH timbul karena perbuatan seseorang yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Hak menuntut ganti kerugian karena PMH tidak perlu somasi. Kapan saja terjadi PMH, pihak yang dirugikan langsung mendapat hak untuk menuntut ganti rugi tersebut. KUH Perdata tidak mengatur bagaimana bentuk dan rincian ganti rugi. Dengan demikian, bisa digugat ganti kerugian yang nyata-nyata diderita dan dapat diperhitungkan (material) dan kerugian yang tidak dapat dinilai dengan uang (immaterial).

Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • kasus perdata
  • jenis gugatan
  • perkara perdata
  • contoh kasus hukum acara perdata
  • gugatan dalam hukum acara perdata
  • macam-macam gugatan
  • jenis gugatan perdata
  • gugatan adalah
  • contoh gugatan perdata
  • contoh surat gugatan hukum acara perdata

, , , ,

No Comments

Gugurnya Suatu Gugatan

Terkadang di situasi tertentu, terdapat putusan tentang gugurnya suatu gugatan. Hal ini terjadi karena penggugat dalam persidangan pertama yang telah ditentukan harinya dan telah dipanggil secara sah dan patut, dirinya tidak hadir atau tidak pula menyuruh kuasanya untuk datang menghadiri persidangan tersebut. Pengguguran gugatan diatur dalam Pasal 124 Het Herziene Indonesisch Reglement (“HIR”) yang berbunyi: “Jika penggugat tidak datang menghadap PN pada hari yang ditentukan itu, meskipun ia dipanggil dengan patut, atau tidak pula menyuruh orang lain menghadap mewakilinya, maka surat gugatannya dianggap gugur dan penggugat dihukum biaya perkara; akan tetapi penggugat berhak memasukkan gugatannya sekali lagi, sesudah membayar lebih dahulu biaya perkara yang tersebut tadi.”

Berdasarkan Pasal 124 HIR sebagaimana tersebut di atas, maka alasan digugurkannya gugatan penggugat oleh pengadilan karena: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh surat gugatan perdata
  • gugatan gugur
  • gugatan hukum acara perdata
  • Surat gugatan
  • permohonan dalam hukum acara perdata
  • pengguguran gugatan
  • gugurnya gugatan
  • gugatan tertulis
  • surat kuasa gugatan perdata
  • gugurnya gugatan perdata

, , , , ,

No Comments

Prosedur Pengajuan Gugatan Pada Pengadilan Negeri

Dalam kehidupan bermasyarakat terkadang timbul permasalahan hukum baik yang di sengaja maupun yang tidak terduga antara anggota masyarakat yang mengakibatkan persinggungan kepentingan masing-masing. Apabila permasalahan hukum tersebut ternyata tidak kunjung selesai dengan cara damai melalui negosiasi, mediasi, kompromi dan lain sebagainya, maka salah satu upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pihak yang merasa kepentingan hukumnya teraniaya atau terusik dengan tindakan pihak lain yang merugikannya adalah dengan mengajukan suatu tuntutan hak berupa gugatan perdata terhadap permasalahan hukum tersebut pada Pengadilan Negeri yang berwenang dalam wilayah hukumnya berdasarkan Pasal 118 HIR.

Tahap-Tahap Pengajuan Gugatan

  1. Gugatan diajukan oleh orang yang berkepentingan menggugat (biasa disebut dengan Penggugat) dan/atau kuasa hukumnya yang ditunjuk berdasarkan surat kuasa khusus untuk menggugat pihak lain yang merugikan kepentingan hukumnya kepada Ketua Pengadilan Negeri pada Pengadilan Negeri yang berwenang;
  2. Gugatan tersebut didaftarkan Penggugat dan/atau kuasa hukumnya pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang dalam wilayah hukumnya; Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • proses hukum acara perdata
  • surat gugatan hukum acara perdata
  • formulasi surat gugatan
  • Macam macam gugatan
  • prosedur hukum acara perdata
  • contoh surat gugatan
  • proses acara perdata
  • macam-macam gugatan dalam hukum acara perdata
  • cara mengajukan gugatan
  • contoh surat gugatan acara perdata

, , , , , , ,

No Comments