Warning: Missing argument 1 for WP_Widget::__construct(), called in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 411 and defined in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 86

Warning: Missing argument 2 for WP_Widget::__construct(), called in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 411 and defined in /home/k7371367/public_html/hukumacaraperdata.com/wp-includes/widgets.php on line 86
Syarat Surat Kuasa Khusus | Hukum Acara Perdata

Posts Tagged Syarat Surat Kuasa Khusus

Prinsip Hukum Pemberian Kuasa

Pengaturan mengenai kuasa pada prinsipnya  diatur dalam Bab XVI, Buku III Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), sedangkan aturan khususnya diatur pada Herziene Indonesische Reglement (“HIR”) dan Reglement voor de buitengewesten (“RBg”). Oleh karena itu, perlu dipahami beberapa prinsip hukum pemberian kuasa. Berikut di bawah ini terdapat beberapa prinsip hukum pemberian kuasa yang dianggap penting untuk diketahui, antara lain: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh surat kuasa khusus perdata
  • surat kuasa khusus perdata
  • syarat surat kuasa
  • pemberian kuasa
  • syarat surat kuasa khusus
  • surat kuasa perdata
  • surat kuasa hukum acara perdata
  • surat kuasa umum
  • syarat sahnya surat kuasa
  • contoh surat kuasa hukum acara perdata

, , ,

No Comments

Syarat dan Formulasi Surat Kuasa Khusus

Latar belakang

Sebagaimana telah disebutkan dalam artikel terdahulu mengenai Surat Kuasa Khusus, seorang Advokat sebelum membuat surat kuasa khusus, harus memperhatikan beberapa hal yang sangat penting sebagai suatu syarat sahnya surat kuasa khusus tersebut. Sejenak terlihat sepele, namun syarat ini dapat mempengaruhi sah atau tidaknya secara formil suatu pemberian kuasa khusus dari pemberi kuasa kepada penerima kuasa di dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan.

Syarat dan Formulasi Surat Kuasa Khusus

Pasal 123 ayat (1) HIR hanya menyebutkan tentang syarat pokok saja, yaitu kuasa khusus berbentuk tertulis atau akta yang biasa disebut surat kuasa khusus. Hal inilah yang menyebabkan di masa lalu surat kuasa khusus dibuat sangat sederhana sekali karena cukup berisi pernyataan penunjukan kuasa dari pemberi kuasa yang berisikan formulasi “memberikan kuasa kepada seseorang untuk mewakili pemberi kuasa menghadap di semua pengadilan”.

Oleh karenanya, dengan berjalannya waktu diperlukan penyempurnaan yang benar-benar berciri surat kuasa khusus, yang dapat membedakannya dengan surat kuasa umum. Penyempurnaan  dan perbaikan itu, dilakukan Mahkamah Agung melalui Surat Edaran Mahkamah Agung (“SEMA”), yaitu diantaranya : (i) SEMA Nomor 2 Tahun 1959, tanggal 19 Januari 1959; (ii) SEMA Nomor 5 Tahun 1962, tanggal 30 Juli 1962; (iii) SEMA Nomor 01 Tahun 1971, tanggal 23 Januari 1971; dan (iv) SEMA Nomor 6 Tahun 1994, tanggal 14 Oktober 1994.

Berdasarkan ke-4 SEMA tersebut diatas, maka secara garis besar syarat-syarat dan formulasi Surat Kuasa Khusus adalah : Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh surat kuasa khusus advokat
  • contoh surat kuasa khusus perkara perdata
  • cara membuat surat kuasa khusus
  • contoh surat kuasa dalam hukum acara perdata
  • contoh surat kuasa biasa
  • surat edaran Mahkamah Agung tentang surat kuasa khusus
  • surat kuasa umum dan khusus
  • contoh surat kuasa hukum perdata
  • sema tentang surat kuasa
  • surat kuasa hukum perdata

, , ,

No Comments